Berita :: GLOBALPLANET.news

Mudir PPI, Drs Mudrik Qori dengan Pimpinan Ekkapap Sasnawich School (Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah) Krabi, Thailand, H Kamaen Luklem saat melakukan MOU di kampus A PPI, Senin (12/2/2018). (Foto: Muslandik/ GLOBALPLANET.news)

12 Februari 2018 21:11:53 WIB

OI, GLOBALPLANET.news - Untuk memperluas jaringan dan kerjasama di dunia pendidikan, Pondok Pesantren Al Ittifaqiah (PPI) Indralaya mengadakan kesepakatan (MoU) dengan Ekkapap Sasnawich School (Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah), Krabi, Thailand. Kegiatan ini berlangsung di kampus A PPI Indralaya Senin (12/02/2018).

Kesepakatan kedua Pondok Pesantren (Ponpes) antar dua negara ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Ponpes yang berlokasi di Krabi, Thailand. MoU dilakukan oleh Mudir PPI, Drs KH Mudrik Qori, MA dan Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah, H Kumaen Luklem.

Ponpes Al Ittifaqiah dengan Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah menyepakati pertukaran pelajar, studi banding, serta pemberian beasiswa. MoU juga disaksikan ketua yayasan Islam Al Ittifaqiah, Drs H Syamsul Bahri HAR dan Presiden of Krabi Islamic School Assosiation, Takeem Kundee, serta para kepala madrasah dan pengajar PPI.

Mudir Ponpes Al Ittifaqiah, Drs KH Mudrik Qori, MA, mengatakan, pertukaran santri PPI akan mengirim 40 santri selama satu bulan. Tak hanya itu, menurut KH Mudrik Qori, pihaknya akan memberikan beasiswa kepada 4 orang santri putra dan putri untuk mengenyam pendidikan di PPI. Beasiswa akan diberikan guna memperkuat program PPI.

"Kerjasama dengan Ponpes di negara ASEAN ini yang pertama. Kita berikan beasiswa bagi anak yatim yang patut dibantu. Selain itu, kita juga pernah menjalin pertukaran pelajar ke Jepang," jelas KH Mudrik Qori.

Pimpinan Ekkapap Sasnawich School (Ma'had Al Wahhidah Al Islamiyah) Krabi, Thailand, H Kamaen Luklem, didampingi Association of Thai-Indonesian Graduate, Amran bin Ismail, mengatakan, di Indonesia baru Ponpes Al Ittifaqiah yang menjadi mitra dalam pertukaran pelajar.

“Kita berharap kerjasama ini dapat lebih memperluas wawasan masing-masing,” tuturnya.

Reporter : Muslandik Editor : Hertha Della