Berita :: GLOBALPLANET.news

24 September 2021 14:50:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Vaksinasi untuk masyarakat perkebunan dan desa-desa produktif digelar di PT Sawit Mas Sejahtera Desa Pangkalan Panji, Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumsel Jumat (24/9/2021).

Vaksinasi yang digelar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumael ini dalam program GAPKI Peduli. Vaksinasi ini merupakan bentuk kepedulian para Pengusaha Kelapa Sawit untuk membantu pemerintah mempercepat terbentuknya Herd Immunity atau kekebalan kelompok. 

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Gubernur, Ir H Mawardi Yahya, Bupati Banyuasin H Askolani, Ketua GAPKI Sumsel, Alex Sugiarto, Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Tarmudi, Dinas Kesehatan Banyuasin, Dokkes Polda Sumsel, dan Kades Kades Banyuasin.

Ketua Gapki Sumsel, Alex Sugiarto mengatakan kegiatan vaksinasi ini program Gapki peduli, berupaya mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi bagi masyarakat sekitar perkebunan dan desa. Gapki sebagai distributor vaksin, dan memfasilitasi vaksinasi yang ada di 13 kabupaten.

"Kita berkoordinasi dengan dinas kesehatan propinsi dan kabupaten dalam pelaksanaan vaksinasi," jelas Alex Sugiarto.

Vaksinasi hari ini terdiri dari masyarakat sekitar perkebunan namun juga anak anak sekolah yang umur sudah diatas 12 tahun. "Kita berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel maupun Pemerintah Banyuasin yang telah membantu lancarnya kegiatan vaksinasi GAPKI peduli ini," katanya.

Sementara, Bupati Banyuasin, Askolani mengatakan Kabupaten Banyuasin baru 16,83 persen atau 105 ribu masyarakat yang sudah divaksin, jadi masih jauh dari target di Sumsel. "Dengan adanya vaksin sangat membantu warga kami divaksin sehingga persentase kami naik untuk di Banyuasin ini," terangnya.

Kendala kami, di vaksin belum maksimal didapat. "Kerja kita sudah luar biasa, namun tetap pada level kuning. Kita sudah berhasil punya nilai baik penangan vaksin, karena diprioritaskan yang merah makan dialihkan ke sana dulu, kami minta juga kepada pemerintah pusat untuk diprioritaskan di Banyuasin," terangnya.

Warga Banyuasin sendiri sudah sangat antusias untuk mengikuti vaksinasi. "Kalau bisa kegiatan vaksinasi ini Minggu depan dapat dilakukan ditempat yang berbeda, sehingga masyarakat Banyuasin semuanya bisa disuntik," katanya.

Terima kasih kepada Gapki yang peduli bersama pemerintah telah melakukan kegiatan vaksinasi ini. "Semoga sesuai dengan harapan kita semua warga Banyuasin bisa selamat dari Covid 19," ungkapnya.

Ditempat sama, Wagub Sumsel, Ir H Mawardi Yahya menuturkan acara hari ini sumbangsi Gapki tentang vaksinasi kepada masyarakat kita. "Tujuan vaksinasi untuk kita sendiri, bukan orang lain. Alhamdulillah kesadaran masyarakat Sumsel telah tumbuh untuk di vaksinasi," ujar Mawardi.

Lanjutnya, Sumsel sendiri baru di vaksin 26 persen. Dan syarat menteri kesehatan, apabila vaksin habis di daerah maka akan cepat dikirim. "Makanya pihak Kabupaten secepatnya meminta vaksin apabila telah habis, karena kita akan mencapai target 70 persen," terangnya.

Masih kata Mawardi, pemerintah pusat sendiri mengutamakan daerah yang masuk pada zona merah lebih dulu dari daerah lainnya. "Makanya berbagai cara dilakukan pemerintah pusat selain suntikan vaksin, tetapi juga mengeluarkan PPKM dan menganjurkan Prokes Kesehatan untuk menghambat penyebaran covid 19," tuturnya.

Berbagai cara telah dilakukan pemerintah pusat. "Masyarakat juga harus sadar, apabila sudah kena covid 19 aktif, jangan bergabung dengan lainnya, tetapi lakukan lah isolasi mandiri, sehingga yang lain tidak juga ikut positif," tukasnya.

Saya berpesan kepada masyarakat, selain melakukan vaksinasi juga harus tetap menjalankan Prokes Kesehatan. "Gapki tidak salah membantu masyarakat untuk melakukan vaksinasi, dan kedepan kepada pengusaha lainnya misalnya karet bisa bergabung dengan Gapki," tutupnya.

Pantauan, hingga siang warga dan pelajar yang datang untuk disuntik vaksin terus berdatangan, dan yang sudah mendapat kan suntikan juga segera pulang. Kegiatan dilakukan dengan Prokes Kesehatan, menggunakan mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Reporter : A Teddy Kusuma Negara Editor : M.Rohali 224