Berita :: GLOBALPLANET.news

Kondisi tiang listrik yang nyaris hanyut lantaran debit air sungai Lematang naik. (Foto: Eko Jurianto)

08 Januari 2018 19:19:45 WIB

PALI, GLOBALPLANET.news - Derasnya hujan yang turun pada Minggu malam (7/1/2018) lalu hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten PALI, menyebabkan debit air sungai Lematang di Kecamatan Tanah Abang kembali naik, dan mengakibatkan bantaran sungai kembali longsor.

Longsornya bibir sungai Lematang yang berada di depan makam keramat puyang Desa Sedupi, mengakibatkan tiang listrik yang di atas bantaran sungai tersebut nyaris hanyut dan tumbang.

Selain itu, pasokan listrik di lima desa di Kecamatan Tanah Abang pun dipadamkan. Tak hanya dipadamkan, tiang yang roboh juga menghambat lalu lintas dari arah Kecamatan Tanah Abang menuju kota Prabumulih, dan begitupun sebaliknya.

"Yang kena imbas pemadaman listrik adalah Desa Modong, Sukaraja, Sedupi, Pandan dan Tanjung Dalam. Robohnya tiang listrik tersebut pada Senin dini hari (8/1/2018), pasca hujan deras mengguyur semalaman. Debit air sungai Lematang meningkat dan menggerus tanggul sungai yang di atasnya ada tiang listrik," terang Hermawan, Kepala Desa (Kades) Modong kepada GLOBALPLANET.news, Senin (8/1/2018).

Ditambahkannya, beberapa saat usai tiang listrik roboh, warga langsung menghubungi pihak PLN Rayon Prabumulih, lantaran tiang tersebut merupakan penyangga kabel yang berasal dari aliran listrik PLN Rayon Prabumulih.

"Siangnya ada beberapa petugas PLN yang datang dan mengecek ke lokasi, namun hanya sebatas pemadaman saja. Untuk perbaikan mungkin menunggu alatnya terlebih dahulu," jelas kades ini.

Senada dikatakan, Amran, Kades Sedupi, Kecamatan Tanah Abang. Ia mengatakan, letak tiang listrik yang roboh berada persis di bibir sungai Lematang. "Kami berharap, apabila diperbaiki, tiang yang baru nantinya dipindah ke tempat yang lebih aman, atau ke seberang jalan. Karena kalau ditempatkan di lokasi yang sama, rawan longsor," pintanya.

Reporter : Eko Jurianto Editor : Hertha Della