Berita :: GLOBALPLANET.news

Sejumlah mahasiswa Politeknik Sriwijaya Palembang membuat APD Face Shield, (Foto: Rachmad Kurniawan)

09 April 2020 15:53:54 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Alat Pelindung Diri (APD) Face shield atau pelindung wajah adalah salah satu barang yang paling dicari ditengah kelangkaannya. Kelangkaan barang tersebut, menggugah mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Politeknik Sriwijaya (Polsri) Palembang untuk memproduksi ribuan Alat Pelindung Diri (APD) khusus Face Shield.

Dicky Seprianto, Dosen Praktek Produksi dan Pemprograman CNC Teknik Mesin Polsri Palembang mengungkapkan, face shield diproduksi secara mandiri dari hasil penggalangan dana publik untuk membantu tenaga medis di beberapa Puskesmas dan Rumah Sakit Se-Sumatera Selatan.

"Awalnya dari HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) konsultasi desain ke saya sebagai pembimbing untuk membuat APD Face Shield buat tenaga medis karena mereka ingin membantu. Setelah diskusi akhirnya kita produksi di Laboratorium Polsri dengan meminta izin ke pihak kampus," ungkap Dicky Seprianto, Kamis (9/4/2020).

Dicky mengatakan, hasil produksi mahasiwa Teknik Mesin Polsri Palembang ini kemudian didistribusi ke rumah sakit dan puskesmas yang ada di Sumsel dengan sistem pre order. 

"Pembuatan face shield dalam sehari bisa mencapai 300 pcs dari 15 mahasiswa kita, awalnya memang tidak sampai sebanyak itu. Tetapi terus meningkat dengan semangat mereka dan didorong hasil karya mereka masuk dalam penilaian akademisi praktek," kata dia.

Dalam proses pembuatan, jelas Dicky, pihaknya juga memperhatikan standar dan keamanan produksi face shiled agar tidak berdampak buruk bagi pemakai. Karena bahan utama face shield dari plastik mika, sehingga desainnya pun mengutamakan tidak memiliki pori atau berongga sehingga virus tidak bisa masuk. Sebab beberapa pola justru membuat face shiled berlubang.

"Sebelum merancang, mereka menyusun pola dengan tukar pendapat ke asosiasi kampus lain yang sudah terlebih dulu produksi seperti ITS dan ITB. Mereka memperhatikan standar penahan droplet atau percikan ludah, membuat pengguna tidak sulit bernapas dengan standar masker N95" bebernya.

Bagas, salah satu mahasiswa Teknik Mesin Polsri menambahkan, ketika pembuatan face shield. Dirinya bersama rekan-rekan menerapkan sistem HDPE dalam proses produksi.

"Karena HDPE (High density polyethylene) proses pengerjaannya aman. Sistem ini memiliki polietilena berdensitas tinggi. Prosenya cepat dengan cara laser cutting dengan bantuan computer desain manufactur  yang mendukung," katanya.

Secara proses, tahapan produksi terbagi dari perencanaan desain, sistem laser cutting HDPE, cutting PP (mika), sterilisasi, quality control, packaging dan distribusi. 

Bagas melanjutkan, produksi Face shield bermula dari diskusi melalui rapat online. Karena pada awalnya, rencana pembuatan APD ini di tengah masa kuliah daring (dalam jaringan) efek pandemi COVID-19 yang sedang terjadi di Palembang.

"Pertama kami rapat online 28 Maret, langsung buat desain. Tanggal 29 kita galang dana, dan mulai produksi awal 30 Maret setelah selesai dalam satu hari itu langsung distribusi sampai sekarang. Kita udah distribusi gratis ke puluhan puskesmas dan rumah sakit di dalam dan luar Sumsel. Total sejauh ini sudah produksi 1.656 face shield insyaallah terus bertambah," pungkasnya

Berikut daftar distribusi face shield mahasiswa teknik mesin polsri:

1. RSUD Siti Fatimah Palembang
2. RS Az-Zahrah Palembang
3. RSUP MH Palembang
4. RS Pertamina Plaju Palembang
5. RS Sriwijaya
6. Klinik Tanjung Enim
7. RSUD Rupit
8. RS Paru Palembang
9. RSIA Siti Khadijah
10. RS Prabumulih
11. RS PALI
12. RSUD Banyuasin
13. Puskesmas Palembang
- Puskesmas Sosial
- Puskesmas Pembina
- Puskesmas Pakjo
14. RSUD Bari Palembang
15. RS Hermina Palembang
16. RS Siloam Palembang
17. RS Umum Lampung
18. RS Myria Palembang
19. KBUM Lampung
20. RS Pertamina Bintang Amin
21. Puskesmas Sandar Angin
22. Klinik Bunda Pertiwi
23. Klinik Opina
24. RS Umum Penyakit Dalam Palembang
25. RS Gandus
26. RSIA Bunda Noni
27. RSUD Manggala
28. Puskesmas Padang Selasa
29. RSUD Lahat

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 390