Berita :: GLOBALPLANET.news

15 September 2019 08:57:13 WIB

PAGARALAM, GLOBALPLANET - Ada keramaian di Jalan Perumnas Gupi-Kampung Bangun Rejo. Puluhan anak-anak usia 6-14 tahun ramai membawa karung, kantong plastik, sapu lidi dan alat kebersihan lainnya. Ternyata, mereka berasal dari TPQ Al Azzam sedang membersihkan sepanjang jalan dari sampah.

Pantauan globalplanet.news menyebutkan, aksi bersih-bersih lingkungan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan anak-anak TPQ Al Azzam selain belajar mengaji. Bakti sosial ini diluncurkan sang ketua TPQ untuk mendidik anak sejak usia dini akan pentingnya kebersihan. Selain itu, upaya ini juga untuk mengajak warga untuk sadar tidak membuang sampah sembarangan.

Ketua Pengajian TPQ Al Azzam Mega Mukti mengungkapkan, upaya membersihkan lingkungan, tempat ibadah seperti masjid dan musholah sudah dilakukan pihaknya sejak setengah tahun yang lalu. Program ini untuk mendidik anak agar sadar lingkungan sejak usia dini.

"Alhamdulillah sejak kami membuat program ini anak-anak sangat antusias membersihkan lingkungan. Alhasil, setiap kegiatan hampir seluruh anak hadir dengan membawa alat kebersihan masing-masing," kata Mukti, Minggu (15/9).

Sejak enam bulan belakangan kata Mukti, anak-anak TP Al Azzam sudah membersihkan beberapa masjid dan musholah. Hal ini karena bentuk kepedulian dan keprihatinan pihaknya akan kebersihan tempat ibadah tersebut.

"Ada satu musholah yang kita bersihkan. Meskipun disana ada anak-anak lain yang mengaji diluar pengajian tetap kita bersihkan," bebernya.

Ditambahkan Mukti, ada 49 anak yang mengaji disini dan sebulan sekali melakukan pembersihan tempat ibadah masjid dan mushola. Pembersihan dilakukan sebelum petugas kebersihan mengangkut sampah agar sampah yang dibersihkan bisa masuk truk sampah.

"Kami berharap pemerintah bisa menyiapkan fasilitas yang memadai sehingga sampah tidak ditumpuk ditepi jalan. Kemudian, warga juga harus mematuhi jam atau waktu membuang sampah agar kebersihan tetap terjaga," ungkapnya.

Selama pembersihan, kata Mukti, pihaknya belum dapat menggugah kesadaran masyarakat agar bisa membuang sampah tepat waktu. Dimana, setelah sampah diangkut petugas tumpukan sampah kembali terjadi. Memang dari pengamatan pihaknya banyak warga lain membuang sampah disini.

"Melakukan gotong royong ini ikhlas kita lakukan. Meskipun sampai dipengajian anak-anak hanya mendapatkan air putih. Namun, mereka tetap semangat mengaji Iqra' hingga Al Quran," tukasnya.

Reporter : Yayan Darwansah Editor : Zul Mulkan 975