Berita :: GLOBALPLANET.news

Tersangka Fitriyadi saat diamankan di Mapolsek Batang Hari Leko. (Foto: Ist)

09 Februari 2019 16:52:00 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Pembunuhan sadis terjadi di Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batang Hari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, sekitar pukul 01.05 WIB, pada Sabtu (9/2/2019).

Pembunuhan berlatar belakang utang piutang itu dilakukan Fitriyadi (29) warga Desa Lubuk Bintialo, Kecamatan Batang Hari Leko terhadap korban Aswani (33) yang tidak lain merupakan teman satu desa.

Dari informasi yang diperoleh, pembunuhan berawal saat korban Aswani meminjam uang sebesar Rp1 juta kepada pelaku Fitriyadi dengan janji akan segera dikembalikan satu hari kemudian. Namun, setelah ditunggu-tunggu janji korban tidak dipenuhi.

Pelakupun berinisiatif melakukan penagihan, disaat penagihan yang ketiga atau enam hari setelah korban berhutang itulah terjadi cekcok mulut. Dimana korban mengeluarkan kalimat yang membuat pelaku tersinggung.

Dalam sekejap, pelaku Fitriyadi langsung mengambil sebilah golok yang telah dipersiapkannya disamping tempat duduk. Selanjutnya, pelaku berjalan ke arah belakang korban dan langsung menebaskan golok tersebut ke arah leher korban sebanyak satu kali, hingga membuat korban rubuh dan tersungkur ke tanah.

Usai menebas leher korban, pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban dalam keadaan kritis. Sejumlah warga yang tahu kejadian itu, langsung membawa korban ke Puskesmas setempat, namun sayang belum mendapatkan perawatan, korban meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas.

"Setelah dapat laporan, kita langsung menuju ke lokasi dan langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, melalui Kapolsek BHL AKP Sofyan Affandi, Sabtu (9/2/109).

Tidak lama berselang, sambung Sofyan, sekitar pukul 09.00 WIB, pihaknya mendapat informasi pelaku tengah bersembunyi di kediaman pamannya yang berada masih satu desa. "Dari info itu, kita datangi rumah paman pelaku," kata dia.

Agar penangkapan berlangsung dengan baik dan juga menghindari terjadinya gejolak di tengah masyarakat, akhirnya langkah persuasif diambil. "Kita ambil langkah persuasif dan akhirnya mampu membuat pelaku menyerahkan diri, sehingga langsung diamankan ke Mapolsek," terang dia.

Dalam peristiwa itu, barang bukti yang diamankan yakni berupa pakaian korban baju dan celana panjang, sarung senjata tajam jenis parang/golok yang terbuat dari kertas berwarna putih, sendal kulit warna coklat yang berlumuran darah, sebilah parang /golok dengan panjang sekitar 35 cm yang bergagang kayu warna coklat.

"Pelaku dapat dijerat dalam perkara tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 jo Pasal 338 dan Pasal 351 (3) KUHP," tandas dia.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 502