Berita :: GLOBALPLANET.news

Ratusan batang ganja berikut tersangka saat diamankan Polres Lahat. Jumat (8/2/2019). (Foto: Ferry)

08 Februari 2019 17:08:00 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Sudah jatuh tertimpa tangga, ungkapan yang tepat untuk Yayan (38). Usai kalah mencalonkan diri sebagai Kepala Desa (Kades) di Desanya Gelung Sakti, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat dan meninggalkan hutang, kini harus berurusan dengan hukum akibat ratusan tanaman ganja yang dimilikinya.

Bukan saja dirinya, Yayan dan kedua saudaranya, Herliansyah alias Anca dan Dodi juga ikut diamankan polisi karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan setidaknya 390 batang pohon ganja yang berumur sekitar 4.5 bulan itu dengan tinggi sekitar dua meter itu.

"Karena ekonomi melemah. Calon kades kalah, hutang aku la 35 jutaan. Nanam cabe, namam tomat banyaklah gagal. Inilah (ganja) yang mudah, untuk makan dan bayar hutang," Kata Yayan yang merupakan bapak tiga orang anak itu, saat dibincangi di Satresnarkoba Lahat, Jumat (8/2/2019).

Yayan menanam ratusan pohon ganja itu di lahan semak belukar, berjarak sekitar satu kilometer dari pemukiman warga atau sekitar 20 menit berjalan kaki. Satu orang bernama Anca bertugas mencarikan pembeli sedangkan Dodi menjaga lahan yang kurang lebih setengah Hektar tersebut.

"Saya carikan pembelinya, paling diberi uang seikhlasnya. Misal jual 900 ribu saya paling dikasih Rp100 ribu," ujar Anca

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK melalui Kasat Narkoba AKP Desli membenarkan mengenai penggerebekan yang menemukan ratusan batang ganja tersebut.

Desli menceritakan, setelah mendapat informasi dan atas keresahan masyarakat, pihaknya pada Jumat (8/2/2019) sekitar pukul 24.00 WIB tiba dilokasi. Benar saja, usai menangkap satu persatu pelaku yang diduga terlibat dan menemukan paketan narkoba jenis ganja dikediaman diduga pelaku, kemudian sekitar pukul 05.00 WIB ratusan pohon ganja tumbuh subur ditemukan dan langsung diamankan di Mapolres Lahat.

"Ya, karena warga sudah resah, berkat informasi dari masyarakat akhirnya bisnis yang melibatkan sekeluarga besar ini dapat diungkap. Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di kantor dan dua orang lagi masih DPO," tutup Desli.
 

Reporter : Ferry Andhika Editor : M.Rohali 6131