Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi. (Foto:Ist)

07 Februari 2019 09:00:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Marakanya aksi teror bakar kendaraan yang meresahkan masyarakat di Indonesia, khususnya daerah Jawa telah memakan banyak korban. Hingga saat ini puluhan kendaraan roda dua dan empat dilaporkan telah menjadi korban aksi teror yang tidak baik untuk ditiru ini.

Belajar dari kasus yang terjadi di kawasan Jawa, pelaku teror bakar kendaraan memilih sasaran korbannya secara acak dan memiliki lokasi yang minim penjagaan, terutama di kawasan perkampungan.

Berhati-hati dan menghidupkan kembali ronda malam menjadi salah satu upaya antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah tindakan kejahatan yang belum diketahui motifnya ini.

Namun, bagi yang sudah menjadi korban, anda tidak perlu khawatir, sebab kendaraan yang menjadi korban aksi teror bakar ini bisa saja ditanggung asuransi dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Lalu apa saja syarat dan ketentuan terebut? Berikut kata Vice President Communication, Event and Service Management Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto.

Menurutnya, risiko kendaraan yang terbakar bisa ditanggung pihak asuransi jika penyebab terbakarnya kendaraan itu karena perbuatan jahat. Aturan ini tertuang dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 1 ayat 1.2 mengenai perbuatan jahat.

“Dalam ketentuan polis, perbuatan jahat merupakan tindakan seseorang atau kelompok orang yang berjumlah kurang dari 12 orang, yang dengan sengaja merusak harta benda orang lain karena dendam, dengki, amarah, atau vandalistis,” ungkapnya seperti dikutip dari Viva.co.id, Kamis (07/02/2019).

Dijelaskannya, jika kerusakana kendaraan selain dari ketentuan diatas maka klaim asuransi tidak dapat dilakukan. Seperti halnya kerusakan kendaraan karena huru hara orang yang dilakukan orang yang jumlahnya lebih dari 12 orang dan lain sebagainya.

Reporter : Globalplanet Editor : Karerek 117