Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi: Ist

07 Februari 2019 08:30:00 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono memproyeksi dalam tajun 2019 ini, ekspor minyak Kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) akan tumbuh di kisaran 4 persen.

"Insya Allah ya, tergantung produksinya," ujarnya.

Data terbaru Gapki menunjukkan, total ekspor CPO dan produk turunannya, biodiesel serta produk oleochemical membukukan kenaikan sebesar 8 perse sepanjang tahun lalu menjadi 34,71 juta ton.

Joko menjelaskan, konsumsi CPO dalam negeri yang akan naik di tahun ini untuk memenuhi program mandatori B20 serta percepatan program B30 kemungkinan akan menurunkan ekspor.

Adapun sepanjang tahun lalu, penyerapan produk CPO dan turunannya di dalam negeri mencapai 13,4 juta ton, termasuk untuk produksi biodiesel.

"Indonesia sudah menjadi konsumen terbesar sawit. Kalau B30 bisa terwujud lebih cepat dan PLN bisa cepat menyerap biodiesel sekitar 2,4-2,5 juta KL tentu pasar domestik akan lebih besar dan lebih kuat dari tahun lalu," jelasnya.

Hal ini penting karena industri sawit tanah air ingin memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan sawit global. demikian di kutip sawitplus.co.

Reporter : GlobalPlanet Editor : M.Rohali 98