Berita :: GLOBALPLANET.news

Gula merah yang dihasilkan dari batang kelapa sawit tua. (Foto: Ist)

30 Januari 2019 08:30:00 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Ternyata batang pohon sawit tua yang ditebang dalam proses peremajaan memiliki potensi menghasilkan air nira yang dapat diolah menjadi gula merah sawit.

Potensi produksi gula merah sawit ini secara ekonomi dapat memberikan pendapatan bagi petani sebesar Rp14.931.875 per hektar.

Perhitungan tersebut dilakukan dengan asumsi usaha produksi gula merah sawit dilakukan oleh kelompok petani sebanyak 10 orang yang masing – masing memiliki kebun 2 hektar dengan populasi 120 pohon sawit per hektar.

Setiap batang pohon sawit diperkirakan akan menghasilkan 5,5 liter air nira selama 30 hari. Sehingga selama fase produksi tersebut dapat dihasilkan 228 kg/ha/hari gula merah sawit.

Petani butuh sumber pendanaan lain yang dapat memenuhi kebutuhan dana untuk proses peremajaan di kebun miliknya. Potensi sumber pendanaan tersebut ternyata berada di kebun sawit rakyat yang akan diremajakan itu sendiri.

Batang kelapa sawit yang sudah ditebang ini dapat menghasilkan air nira selama 30-40 hari dengan produksi 5-7 liter per hari. Apabila air nira ini diolah menjadi gula merah, dengan tingkat rendemen gula 20% - 30% maka dapat dihasilkan gula merah sawit 1,2 – 1,75 kg/pohon/hari selama fase produksi air nira tersebut.

Keunggulan dari gula merah sawit ini yaitu lebih sehat dibandingkan gula merah lainnya karena susunan penyusunnya berupa sukrosa. Namun tekstur gula merah sawit tidak terlalu keras dan rasanya sedikit kurang manis jika dibandingkan gula merah dari pohon aren.

Oleh sebab itu, petani – petani sawit rakyat yang sudah mulai mengusahakan gula merah sawit ini masih melakukan pencampuran dengan gula sebanyak 25 persen dalam proses produksi untuk menyamai tekstur dan rasa gula merah aren.

Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan preferensi konsumen agar gula merah sawit dapat bersaing di pasaran.

Dengan potensi pendapatan tersebut, petani sawit rakyat harusnya melihat ini sebagai sumber pendanaan untuk proses peremajaan. Hal ini karena air nira diperoleh dari batang sawit tua yang sudah ditebang, yang memang harus ditebang pula saat melakukan peremajaan kebun sawit.

Sehingga dapat dikatakan bahwa proses produksi gula merah sawit ini tidak mengganggu teknis peremajaan yang dilakukan pada kebun tersebut. Potensi produksi gula merah sawit ini juga harus menjadi perhatian pemerintah karena selama ini Indonesia masih melakukan impor gula.

Produksi gula merah sawit dapat menjadi substitusi impor gula sehingga akan menghemat devisa dalam jumlah yang besar. Apabila dihitung dengan asumsi peremajaan di perkebunan sawit secara nasional sebesar 4 persen per tahun dari total luas area, maka produksi gula merah sawit dapat mencapai 2,5 juta ton.

Dengan potensi gula merah sawit sebesar ini apabila dikombinasikan dengan produksi gula dari tanaman lain, maka Indonesia di masa depan dapat mencapai target swasembada gula.

Reporter : GlobalPlanet Editor : M.Rohali 5165